Selasa, 23 Desember 2014

Digital Marketing Ecommerce Sebagai Solusi Bisnis Yang Dapat Diandalkan

Penggunaan teknologi yang tepat akan sangat membantu dalam kegiatan bisnis seperti memudahkan menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan – kebutuhan yang sebelumnya tidak dapat terpenuhi. Salah satunya adalah dengan aplikasi teknologi internet untuk mengoptimalkan performa bisnis terutama untuk membantu penjualan produk yang dibuat oleh pemilik toko online. Kesadaran akan kebutuhan menyebarkan informasi dengan lebih cepat dan menjaring lebih banyak konsumen untuk mendukung kegiatan pemasaran membuat pelaku bisnis mulai mempertimbangkan dan mulai menggunakan internet untuk keperluan tersebut. Praktek digitalmarketing ecommerce dapat menjadi solusi untuk mendongkrak popularitas serta penjualan dengan menjaring lebih banyak konsumen dengan jangkauan yang lebih luas.

Integrasi Kegiatan Bisnis Offline Dan Online
Kemampuan untuk mengintegrasikan kegiatan bisnis offline dan online merupakan salah satu kunci sukses mengoptimalkan hasil bisnis dengan memadukan dua jalur kegiatan bisnis tersebut. Menggunakan omni channel magento dapat menjadi sebuah pilihan untuk memadukan toko konvensional atau non online dengan kegiatan penjualan secara online. Masing – masing metode pemasaran tersebut memiliki keunggulan seperti kemudahan bagi konsumen untuk melakukan observasi langsung ketika berbelanja secara offline ataupun kecepatan untuk mendapatkan informasi detail tentang spesifikasi produk ketika berbelanja secara online. Mengintegrasikan kedua hal tersebut untuk mengikuti dinamika kemunculan produk baru serta karakteristik konsumen yang beragam dengan bantuan teknologi merupakan sebuah strategi bisnis yang sangat baik.
Kebutuhan Untuk Mengintegrasikan Bisnis Offline Dan Online
Dalam praktek digital marketing ecommerce untuk mengintagrasikan kegiatan bisnis secara offline dan onine maka dibutuhkan beberapa hal seperti melakukan riset untuk mengenali karakteristik konsumen, dinamika selera konsumen atau tren, hingga penggunaan teknologi seperti apa yang disukai dan dibutuhkan oleh konsumen. Dibutuhkan riset utuk dapat mengintegrasikan bisnis offline dan online serta menggagas metode pemasaran dan membangun mekanisme belanja seperti apa yang dibutuhkan dan disukai oleh konsumen. Perkembangan dan dinamika penggunaan teknologi seperti kemunculan gadget yang dapat mengakses internet dengan mudah, pengembangan aplikasi – aplikasi untuk gadget hingga keterlibatan jejaring sosial dalam menyebarkan informasi.

Salah satu upaya yang digagas dan dipraktekkan oleh omnichannel magento dalam mengintegrasikan sisi offline dan online dari sebuah bisnis yang dikelola adalah dengan mengoptimalkan keterlibatan teknologi untuk mendukung proses integrasi dan mengelola kegiatan bisnis yang ada secara keseluruhan. Kemudahan untuk mendapatkan informasi hingga bantuan dalam proses belanja seperti memilah produk berdasarkan harga akan membuat konsumen menjadi lebih nyaman dan terbantu ketika berbelanja secara online. Kemampuan pengelolaan informasi sebuah toko online dalam mengenali karakter pelanggan juga sangat penting ketika berusaha memberikan rekomendasi produk. Mengintegrasikan umpan balik atau feedback dari konsumen untuk keperlan pencitraan dan promosi juga dapat menjadi hal yang sangat penting karena kepercayaan merupakan salah satu faktor terpenting dalam menjalankan transaksi online.

Kamis, 18 Desember 2014

Pemasaran Produk Menggunakan Media Sosial

Hubungan antara media sosial dengan perkembangan bisnis menjadi hal yang cukup umum belakangan ini. Sangat banyak bisnis zaman sekarang yang menjadi lebih berkembang dengan bantuan media sosial. Dengan bantuan media sosial dapat dengan mudah untuk mempopulerkan suatu brand bisnis seperti tujuan pemiliknya.

Dengan munculnya beraneka ragam media sosial menjadikan celah untuk memulai membuat strategi baru dalam dunia marketing. Inilah beberapa cara mudah beriklan menggunakan media sosial:

1. Komentar Positif pada FB

Dengan menampilkan berbagai macam komentar positif pada produk/jasa yang ditawarkan, bisa menjadi alat pemasaran super ampuh. Karena calon pembeli langsung mendapatkan kesaksian/testimonial atas barang/jasa yang akan dibeli sehingga mendorong mereka untuk segera melakukan pemesanan.

Dengan Facebook, komentar positif bisa diatur agar muncul paling atas. Inilah triknya :


  • Cari menu “post by other” yang terdapat pada Activity Log
  • Click icon pensil yang ada pada posting
  • Dari drop down menu, pilih “allowed on page”

Dengan cara itu komentar positif pada halaman Facebook akan selalu terlihat.

2. Design Twitter Sesuai Branding

Banyak pengguna media sosial tidak sadar, account mereka dapar disetting sesuai dengan tujuan brand mereka. Misalkan Twitter. Twitter haruslah didesign sesuai dengan goal branding yang anda inginkan.

Dengan media Twitter, kita bisa mendesign tampilan lebih atraktif dan bisa di share ke berbagai social media atau website lainnya. Selain itu konten tweet yang di post bisa menggambarkan "Wajah" dari sebuah brand karena Twitter adalah micro blogging.

3. Share pada Google+

Google+ jarang dilirik oreng sebagai media sosial. Padahal Google+ mulai naik daun dan memberikan impact cukup besar pada posisi website pada hasil pencarian google.

4. Saling promosi akun Instagram

Dalam dunia Instagram sedang trend kerjasama yang bernama SFS (Shoutout For Shoutout). Sistemnya saling mempromosikan akun Instagram yang diajak kerjasama. Dengan cara tersebut dapat memberikan peluang mendapatkan followers dari yang mempromosikan. Untuk menggunakan cara ini, account harus public tidak boleh dikunci/setting privac, agar mudah diakses oleh banyak orang.

Kuncinya kreatifitas membuat ide segar baru dalam web design dan develop ecommerce. Untuk mendapatkan popularitas dan keuntungan dalam bisnis online hanya kreatifitas dalam meracik teknologi dan fitur yang ada untuk mendapatkan porso pasar yang lebih besar.

Kemanaservices adalah Magento eCommerce developer Indonesia. Menyediakan web design dan develpment services. Menjadikan Kemanaservices Magento partner Indonesia. 

Rabu, 10 Desember 2014

Naikan Convertion Rate Dengan Redesign Proses Checkout

Proses checkout adalah dimana transaksi terjadi. Bayangkan seorang visitor meninggalkan website belanja online anda bahkan belum memasuki bagian checkout, sedangkan sang visitor memiliki keinginan untuk melakukan transaksi. Dengan adanya kejadian tersebut, sangat mempengaruhi tingkatan arus masuk penjualan. Dampak sekecil apapun akan berakibat besar dalam dunia perdagangan.

Contoh: sebuah situs toko belanja online menunjukkan bahwa situs ini mempunyai halaman checkout dimana 84.71% traffic yang masuk halaman ini berhasil membeli barang. Jika bisa ditingkatkan presentasenya ke 90% bisa menghasilkan 461 order baru dan tambahan pemasukan sebesar $87.175 per bulan. Dengan ini juga menunjukkan terjadi pertumbuhan 23.94% pada pemasukan. Jadi bisa di simpulkan bahwa pertumbuhan sekecil kecil ini sebenarnya mengakibatkan dampak yang cukup  besar.

Jadi, pertanyaannya adalah bagaimana kami bisa mencari lebih banyak orang untuk memasuki proses checkout ini dan melakukan transaksi?

Fogg Behaviour Model dapat dijadikan acuan untuk memikirkan hal ini:

Behavior = motivation x ability x trigger

Beginilah model kerjanya:

Setelah melihat gambar di atas, pastinya anda menginginkan grafik yang berada di bagian kanan atas (motivasi tinggi, mudah dilakukan, dan ada pemicunya). Jika anda mempunyai motivasi yang tinggi dan kemampuan yang rendah (sulit dilakukan), maka ini bisa membuat anda frustasi. Jika motivasi rendah, tetapi mudah dilakukan, maka hasil yang anda dapat adalah perasaan yang tidak menyenangkan.

Bagaimana Amazon berhasil melakukannya:

Ketika Amazon mengirimkan email promosi sebuah produk – itu adalah motivasi dan sebuah pemicu transaksi. Orang  yang mengklik link itu akan masuk ke halaman produknya. Mereka membaca berbagai keterangan, review, melihat gambar produk = motivasi akan bertambah (Omnichannel System). Tombol “Add to cart” adalah pemicu yang mengawali proses checkout pada halaman checkout.

Bagaimana dengan ability/kemampuan? Seberapa mudahnya pengunjung untuk menyelesaikan proses checkout ini? Di sinilah Amazon berhasil melakukannya. Pengunjung cukup mengetikan passwordnya (apabila sudah memiliki account) dan beberapa click and Voila! Transaksi berhasil!

Mari kita pelajari proses checkout secara keseluruhan dan apa yang membuat proses checkout menjadi bagus pada situs toko belanja online.

Desain Shopping Cart Yang Terbaik
Semuanya dimulai dari orang yang memasukkan barang belanjaannya ke shopping cart. Ketika visitor sudah memasukkan barang belanjaan pertama mereka ke shopping cart, mereka sudah tidak lagi dihitung browsing, mereka berbelanja.
Seperti apakah seharusnya tampilan shopping cartnya?
Apa yang terjadi ketika orang memasukkan order mereka ke shopping cart?
Hal yang paling utama adalah harus ditampilkan tombol konfirmasi yang sangat jelas. Karena masih sangat banyak situs yang menampilkan tombol konfimasi yang tidak bisa dilihat orang dengan mudah.

Setelah produknya masuk ke shopping cart, apalagi selanjutnya?

Ada dua pendekatan utama di sini.
  • Menampilkan konfirmasi “cart add” dan tetap berada di halaman yang sama. 

Pro: kemungkinan besar customer tidak akan pergi ke halaman lain. Mereka bisa saja berencana untuk memasukan barang belanjaan lagi kedalam shopping cart mereka sebelum selesai. 
Kontra: mereka sudah mendapatkan produk yang diinginkan, jadi kemungkinan mereka enggan melihat produk lainnya, padahal kemungkinan mereka bisa saja membeli produk yang lainnya.

  • Mengirim user langsung ke halaman shopping cart. 

Pro: cara ini adalah membawa mereka ke satu langkah lebih dekat untuk langsung melakukan checkout. Jadi kemungkinan terjadinya sales sangatlah besar.
Kontra: kemungkinan besar customer tidak akan membeli barang lebih banyak.

Amazon membawa pengunjungnya ke halaman shopping cart dengan melakukan konfirmasi bahwa mereka telah menambahkan produk ke shopping cart dan menunjukkan adanya penawaran barang lainnya. Amazon melakukan ini dengan cara menyempitkan konten dari shopping cart agar penawaran barang lain bisa ditampilkan:


Menampikan konten dari shopping cart dengan baik
Prinsip utama menampilkan konten dari shopping cart adalah kejelasan dan kontrol.
Kejelasan: Jelas terlihat dan mudah dimengerti
Kontrol: Mudah diubah

Ingatkan mereka tentang pengiriman, pengembalian, dan keamanan.
Calon pembeli membutuhkan motivasi & rasa aman sebelum memutuskan melakukan pembayaran. Banyak hal-hal yang patut disampaikan seperti:
Kapan mereka akan menerima barangnya? 
Berapa jumlah biaya pengiriman? 
Apakah transaksinya aman?
Setiap toko belanja online wajib mengingatkan hal ini.

Itulah beberapa hal sederhana yang Wajib diperhatikan tentang cara meningkatkan convertion rate pada toko belanja online.