Proses checkout adalah dimana transaksi terjadi. Bayangkan seorang visitor meninggalkan website belanja online anda bahkan belum memasuki bagian checkout, sedangkan sang visitor memiliki keinginan untuk melakukan transaksi. Dengan adanya kejadian tersebut, sangat mempengaruhi tingkatan arus masuk penjualan. Dampak sekecil apapun akan berakibat besar dalam dunia perdagangan.
Contoh: sebuah situs toko belanja online menunjukkan bahwa situs ini mempunyai halaman checkout dimana 84.71% traffic yang masuk halaman ini berhasil membeli barang. Jika bisa ditingkatkan presentasenya ke 90% bisa menghasilkan 461 order baru dan tambahan pemasukan sebesar $87.175 per bulan. Dengan ini juga menunjukkan terjadi pertumbuhan 23.94% pada pemasukan. Jadi bisa di simpulkan bahwa pertumbuhan sekecil kecil ini sebenarnya mengakibatkan dampak yang cukup besar.
Jadi, pertanyaannya adalah bagaimana kami bisa mencari lebih banyak orang untuk memasuki proses checkout ini dan melakukan transaksi?
Fogg Behaviour Model dapat dijadikan acuan untuk memikirkan hal ini:
Behavior = motivation x ability x trigger
Beginilah model kerjanya:
Setelah melihat gambar di atas, pastinya anda menginginkan grafik yang berada di bagian kanan atas (motivasi tinggi, mudah dilakukan, dan ada pemicunya). Jika anda mempunyai motivasi yang tinggi dan kemampuan yang rendah (sulit dilakukan), maka ini bisa membuat anda frustasi. Jika motivasi rendah, tetapi mudah dilakukan, maka hasil yang anda dapat adalah perasaan yang tidak menyenangkan.
Bagaimana Amazon berhasil melakukannya:
Ketika Amazon mengirimkan email promosi sebuah produk – itu adalah motivasi dan sebuah pemicu transaksi. Orang yang mengklik link itu akan masuk ke halaman produknya. Mereka membaca berbagai keterangan, review, melihat gambar produk = motivasi akan bertambah (Omnichannel System). Tombol “Add to cart” adalah pemicu yang mengawali proses checkout pada halaman checkout.
Bagaimana dengan ability/kemampuan? Seberapa mudahnya pengunjung untuk menyelesaikan proses checkout ini? Di sinilah Amazon berhasil melakukannya. Pengunjung cukup mengetikan passwordnya (apabila sudah memiliki account) dan beberapa click and Voila! Transaksi berhasil!
Mari kita pelajari proses checkout secara keseluruhan dan apa yang membuat proses checkout menjadi bagus pada situs toko belanja online.
Desain Shopping Cart Yang Terbaik
Semuanya dimulai dari orang yang memasukkan barang belanjaannya ke shopping cart. Ketika visitor sudah memasukkan barang belanjaan pertama mereka ke shopping cart, mereka sudah tidak lagi dihitung browsing, mereka berbelanja.
Seperti apakah seharusnya tampilan shopping cartnya?
Apa yang terjadi ketika orang memasukkan order mereka ke shopping cart?
Hal yang paling utama adalah harus ditampilkan tombol konfirmasi yang sangat jelas. Karena masih sangat banyak situs yang menampilkan tombol konfimasi yang tidak bisa dilihat orang dengan mudah.
Setelah produknya masuk ke shopping cart, apalagi selanjutnya?
Ada dua pendekatan utama di sini.
- Menampilkan konfirmasi “cart add” dan tetap berada di halaman yang sama.
Pro: kemungkinan besar customer tidak akan pergi ke halaman lain. Mereka bisa saja berencana untuk memasukan barang belanjaan lagi kedalam shopping cart mereka sebelum selesai.
Kontra: mereka sudah mendapatkan produk yang diinginkan, jadi kemungkinan mereka enggan melihat produk lainnya, padahal kemungkinan mereka bisa saja membeli produk yang lainnya.
- Mengirim user langsung ke halaman shopping cart.
Pro: cara ini adalah membawa mereka ke satu langkah lebih dekat untuk langsung melakukan checkout. Jadi kemungkinan terjadinya sales sangatlah besar.
Kontra: kemungkinan besar customer tidak akan membeli barang lebih banyak.
Amazon membawa pengunjungnya ke halaman shopping cart dengan melakukan konfirmasi bahwa mereka telah menambahkan produk ke shopping cart dan menunjukkan adanya penawaran barang lainnya. Amazon melakukan ini dengan cara menyempitkan konten dari shopping cart agar penawaran barang lain bisa ditampilkan:
Menampikan konten dari shopping cart dengan baik
Prinsip utama menampilkan konten dari shopping cart adalah kejelasan dan kontrol.
Kejelasan: Jelas terlihat dan mudah dimengerti
Kontrol: Mudah diubah
Ingatkan mereka tentang pengiriman, pengembalian, dan keamanan.
Calon pembeli membutuhkan motivasi & rasa aman sebelum memutuskan melakukan pembayaran. Banyak hal-hal yang patut disampaikan seperti:
Kapan mereka akan menerima barangnya?
Berapa jumlah biaya pengiriman?
Apakah transaksinya aman?
Setiap toko belanja online wajib mengingatkan hal ini.
Itulah beberapa hal sederhana yang Wajib diperhatikan tentang cara meningkatkan convertion rate pada toko belanja online.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar